Senin, 16 Oktober 2023

Paradoks Kutub Ramadhan

 



Oleh July Temon

Setiap bulan Ramadhan tiba, saya selalu bersyukur karena tinggal di kawasan sekitar khatulistiwa, sebab jeda antara siang dan malam tidak terlalu jauh, sehingga jadwal puasa saya tidak sampai lebih dari 13 jam seperti saudara² muslim saya yg tinggal di garis lintang tinggi yg bisa berpuasa sampai lebih dari 14 jam lamanya.
Soalnya dalam hukum fiqih, ketetapan waktu sholat dan waktu berbuka puasa sangat ditentukan oleh waktu terbit dan terbenamnya matahari. Mungkin hal ini sah-sah saja bagi orang yg tinggal di sekitar khatulistiwa, namun pada kenyatannya, semakin kita dekat ke arah kutub, waktu siang atau malam bisa semakin panjang hingga beberapa bulan.
Tentu dengan ketidakstabilan antara porsi siang dan malam akan merusak waktu sholat, dan juga tidak mungkin melalukan ibadah puasa pada jangka waktu seperti itu.
Para ulama kemudian melakukan ijtihad dan berpendapat bahwa umat Islam bisa melakukan ibadah puasa dengan menyesuaikan waktu dari negaranya masing-masing atau mengikuti waktu dari negara terdekat yg masing memungkinkan untuk melakukan ibadah puasa. Sedangkan ulama lain berpendapat bahwa umat Islam tetap wajib berpuasa selama lebih dari 20 jam.
Berikut beberapa kota dengan jendela puasa terlama;
*Oslo, Norwegia (20 jam 16 menit)
*Juneau, Alaska (19 jam 42 menit)
*Reykyavik, Islandia (22 jam 28 menit).
Kebimbangan
Nah, ada banyak kontroversi mengenai fatwa di atas, jika seseorang Muslim bisa mengikuti waktu puasa dari negara asalnya, lantas bagaimana dengan warga lokal kutub atau komunitas Muslim yg sudah lama menetap di kawasan kutub? Terus ketika datang ke daerah di mana hari diperpanjang menjadi minggu atau bahkan berbulan bulan, jendela waktu puasa untuk "negara terdekat" di mana jendela puasa di bawah satu hari, kerangka waktu biasanya masih mendekati 24 jam.
Masalah Astronot
Lebih membingungkan lagi dengan posisi dan waktu astronot ketika hendak menunaikan sholat. banyak pertanyaan muncul, bagaimana penetapan waktu sholat dan puasa bagi astronot yg tinggal di stasiun ruang angkasa, bulan atau planet lain?
Bayangin saja ketika astronot berada di wanahana antariksa yg berpergian jauh dari bumi, di mana tidak pernah ada waktu bagi matahari untuk terbenam, terus kapan waktu sholat bisa dimulai?
Kemudian bagaimana ketentuan arah kiblat bagi astronot?
Beberapa ulama berfikir bahwa astronot bisa sholat menghadap ke bumi, jika benar begitu, ketika ada astronot di mars, lalu posisi bumi ada di atas langit mars, apakah itu berarti astronot harus sholat dalam keadaan berbaring?
Sebenarnya masalah di atas dapat teratasi jika bumi ini berbentuk datar... dan bumi ini adalah satu²nya tempat berpijak di jagad raya.
Dan tentu saja persoalan ini akan terus menimbulkan perdebatan di kalangan fuqaha, sebab dalam Islam, bentuk bumi itu bukanlah bulat seperti yg selama ini diyakini oleh para ilmuwan, melainkan berbentuk karpet yg direntangkan (hamparan).
Mengingat Nabi Muhammad dan para sahabatnya hidup di gurun pasir Arab pada abad ke-7, di mana rentang waktu siang dan malang hampir sama atau tidak terlalu jauh, serta sudut pandang masyarakat zaman itu yg meyakini bahwa bumi itu tampak datar, maka wahyu yg diturunkan juga menyesuaikannya dengan kondisi geografis yg diketahui oleh masyarakat yg bersangkutan.

Sumber:
*"Indeed, the fasts may be twenty hours long, but this is something one will have to adhere to." Fasting in extreme latitudes - Sunnipath.com Q&A
* Behrouz Saba - First Female Muslim Astronaut Could Help Bridge U.S.-Iran Gap - New America Media, September 20, 2006



Minggu, 15 Oktober 2023

Asal-usul Surga dan Neraka dalam agama-agama Abrahamik (Yahudi, Kristen dan Islam).

Oleh: July Temon

Dari manakah konsep tentang surga & neraka dalam kepercayaan agama-agama Abrahamik  muncul? 
Apakah gagasan tentang akhirat itu tiba-tiba  ada, atau sudah ada sejak dari awalnya?   

Jika kita melihat dari sudut pandang sejarah. Ini jelas, kepercayaan atau tradisisi Kristen dan Islam berpangkal dari Judaisme. Sebab agama-agama besar itu lahir dari rahim kepercayaan Yahudi Kuno. 
 
Kepercayaan tentang surga-neraka dalam Judaisme itu sebenarnya tidak muncul begitu saja pada awalnya, melainkan baru dimunculkan pada abad ke-2 SM, lebih tepatnya pasca pemberontakan Makabe (Maccabean Revolt), mengapa bisa begitu? 

Bermula ketika Antiokhus IV dari Kerajaan Seleukia melakukan Hellenisasi terhadap seluruh negeri kekuasaanya, termasuk Judea. 
Pada 175 SM, Dia mendirikan Gymnasium di Jerussalem dan mengajari anak-anak di sana untuk memakai topi Yunani dan berlatih atletik. Dalam hal ini, Dia dibantu oleh seorang Yahudi penyokong Hellenisasi bernama Yason, dia  diangkat oleh Antiokhus IV sebagai Imam Besar Yahudi di Jerussalem.

Akibat dari kekuasaan yang aristokrasi tersebut keimanan orang-orang  Yahudi menjadi lemah karena dipengaruhi oleh budaya Yunani. Upaya Hellenisasi (upaya menjadikan Yahudi menjadi Yunani) ini mendapatkan reaksi keras dari kelompok Hasidim. Hasidim adalah kelompok Yahudi yang muncul pada pertengahan abad ke-2 SM  dan mereka menentang kebijakan helenisasi terhadap masyarakat Yahudi oleh penguasa asing.

Pada 170 SM, ketika  Antiokhus IV berperang melawan Ptolemaik, Dia merampas bejana-bejana dari Bait Allah dan menempatkan sebuah  patung Zeus di dalamnya. Ia menyepadankan YHWH (Elohim) dengan Zeus. 
Dia berupaya melenyapkan tradisi Yahudi, misalnya  menghentikan khitan (sunat), mencabut  aturan makanan yang halal dll.  
Orang-orang Yahudi tidak tinggal diam, mereka menyatakan pemberontakan kepada Antiokhus, sebab perilaku Antiokhus sudah sangat keterlaluan.  

Pada masa inilah ajaran tentang Imortalitas (kehidupanyang abadi) dipercaya secara luas oleh orang Yahudi bermula. Dulu, sebelum meletusnya pemberontakan Makabe, orang Yahudi belum mempercayai adanya imortalitas, mereka sebelumnya meyakini bahwa kesalehan terhadap YHWH hanya  mendapatkan imbalannya di bumi ini.
Namun akibat penganiayaan yang menimpa orang-orang saleh dari kalangan mereka yang dilakukan oleh Antiokhus, kemudian mereka menyakini yang bahwa keyakinan itu salah dan keliru.  Untuk memberikan legitimasi bahwa Tuhan itu adil, perlu ditamamkan sebuah kepercayaan baru yang bahwa ada imbalan dan hukuman yang setimpal kepada semua orang sesudah mati atau di akherat nanti. 

Ajaran ini tidak dapat diterima oleh seluruh orang Yahudi, terutama oleh kaum Saduki. Karena kaum Saduki kalah dalam jumlahnya daripada kaum Farisi yang mepercayai Imortalitas (kehidupan abadi), selanjutnya  kaum Farisi-lah yang akhirnya menang dan bertahan, dan mereka kemudian membentuk dasaƕ-dasar dari konsep Judaisme modern atau Yahudi yang kita kenal sekarang. 

Jika kita telusuri dalam kitab Taurat tulisan (Torah Sebiktav), kita tidak akan menjumpai adanya kehidupan yang abadi di akhirat, namun konsep akhirat dengan kehidupan yang abadi ini, ada dalam Taurat lisan (Torah Sebealfeh). 

Sementara itu orang-orang Saduki menolak kredibilitas Taurat lisan dan hanya menerima Taurat tulisan, oleh sebab itulah kaum Saduki menolak adanya kehidupan setelah mati. Berbeda halnya dengan kaum Farisi yg menerima Taurat lisan, makanya mereka percaya akan immortalitas atau kehidupan yang abadi di akherat nanti. 

Kaum Farisi dan Saduki saling berdebat perihal immortalitas, fakta ini memberikan sebuah indikasi bahwa konsep akhirat dalam Judaisme itu sendiri, masih simpang siur, dan mungkin ada benarnya jika konsep akhirat itu memang sengaja dibuat pasca pemberontak Makabe untuk memberikan dorongan moral bagi orang-orang Yahudi agar berani mati dalam membela tradisi Yahudi. 

Ketika kepercayaan Farisi akan imortalitas ini bersentuhan dengan Kristen, maka terciptalah konsep akhirat yang lebih konkrit dan mengerikan. Kitab-kitab kaum Farisi  yang tulis kemudian  berpengaruh besar, terutama dalam kaitannya dengan Mesianisme (Al-Masih), Sheol/Hadesh (alam kubur), Gehena (Jahanam), Jannah, dan Demonologi.   

Pemberontakan Makabe adalah perlawan yang dilakukan bangsa Yahudi, berlangsung dari tahun 167 sampai 160 SM, dipimpin oleh kaum Makabe melawan Kekaisaran Seleukia dan melawan pengaruh Helenistik dalam kehidupan Yahudi.   
@everyone

Sumber: 
Bertrand, Russel. (1945). Sejarah Filsafat Barat
https://en.wikipedia.org/wiki/Antiochus_IV_Epiphanes
https://en.wikipedia.org/wiki/Maccabean_Revolt
https://en.wikipedia.org/wiki/Ptolemaic_Kingdom

Jumat, 13 Oktober 2023

Sejarah Evolusi Agama Bani Israel (Bagian Pertama)


Oleh: July Temon

"Tread ini bukan bermaksut menciderai apalagi menyinggung pihak mana pun, artikel ini hanya melihat perkembangan kepercayaan Bani Israel menurut sudut pandang sejarah, jika ada yg kurang berkenan mohon abaikan postingan ini"

Pada Mulanya
Tentunya kita tahu bahwa Judaisme dan agama monotheistik lainnya bersumber dari teologi Abraham sebagai peletak dasar dari kepercayaan agama-agama abrahamik yg selama ini kita kenal. Namun bagaimanakah asal muasal dari sosok bernama Abraham itu sendiri jika kita menelisik dari perspektif historis? Apakah benar jika Abraham adalah tokoh yg benar-benar ada? dan kalau ada apa alasan beliau menciptakan agama monotheistik?

Menurut sumber historis, perkiraan waktu dari kehidupan Abraham itu sekitar abad ke-21 sampai ke-19 SM. perhitungan ini didasarkan pada perbandingan naskah mashoretik, meski masih menjadi perdebatan dan tidak bisa kita jadikan sebagai acuan ilmiah dalam penelitian sejarah, namun kehidupan Abraham di Alkitab sangat cocok dengan kondisi Mesopotamia pada abad itu.

Nah, kisaran abad ke-21, ada peristiwa yg sangat penting di Mesopotamia, yakni kejatuhan Kekaisaran Akkadia akibat serbuan dari bangsa Gut yg datang bertubi-bertubi, sehingga melemahkan Kerajaan Akkadia.

Kota kelahiran Abraham, yakni Ur-Kasdim dahulu pernah menjadi bagian dari wilayah Kekaisaran Akkadia, dari situ muncul narasi jika pada masa serbuan suku Gut, sebagian dari warga Akkadia ada yg melarikan diri ke berbagai penjuru negri untuk mengadu nasib.

Lalu bermunculan opini jika rombongan dari kaumnya Abraham adalah salah satunya. Para ahli berbeda pendapat perihal peristiwa ini, ada yg menyatakan jika sesungguhnya Abraham itu adalah sosok fiktif yg sengaja dipersonalkan oleh redaktor Taurat, yg lain berpendapat kalau ia mungkin adalah seorang kepala karavan yg membawa rombongan orang Ur pergi ke Kanaan untuk menyelamatkan diri.

Terlepas dari benar atau tidaknya sosok dari Abraham ini, yg jelas pada masa itu memang ditemukan ada sejumlah rombongan yg hijrah dari Akkadia ke Kanaan.

Rombongan pengungsi ini lalu bertemu dengan penduduk pribumi Kanaan yg di kemudian hari sempat memicu konflik sosial di antara keduanya hingga melibatkan pergulatan campur tangan dewa.

Tiga Bentuk Awal Agama Israel
Setelah tiba di Kanaan, muncul berbagai narasi yg melahirkan beberapa kepercayaan baru di Kanaan, dan perlu diperhatikan bahwa ada agama yg berevolusi secara berurutan atau mungkin muncul secara serentak sehingga sukar untuk menentukan bagaimana persisnya hubungan antara agama-agama Israel Kuno, di antaranya;
A). Theos Patros (agama bapa leluhur)
Yakni Tuhan yg disebut-sebut oleh leluhur Israel yg diucapkan oleh Abraham, Ishak, Yakub.
B.). Agama Sinkretis Ibrani dengan Kanaan
Yakni percampuran antara agama bapa leluhur dengan kepercayaan pagan Kanaan Kuno.
C). Agama Gurun
Yakni agama Bani Israel ketika keluar dari Mesir dan hilang di gurun, kepercayaan yg kita kenal sebagai peletak dasar dari tradisi Yahwisme yg di bawa oleh Musa.

Untuk yg fase a) dan b), penemuan arkeologi masih belum mampu memberikan gambaran yg akurat, tapi untuk yg c) adalah yg paling kuat di antara yg lain sebab agama c masih bertahan dan menjadi pondasi dasar dari agama Israel.

Apakah ada kemungkinan kalau agama Theos Patros mengandung monotheisme?
Orang Israel sebenarnya adalah perkumpulan antar suku yg kemudian singgah di Kanaan, di sana ada tiga suku yg saling bertemu dan berakulturasi membentuk satu konfederasi. Namun, masing-masing dari suku ini menyembah Tuhan yg berbeda-berbeda, suku Yakub dengan Abir-Yakub yg merupakan suku terbesar yg tinggal di utara Kanaan, disusul suku Ishak dengan Pahad-Yitzak yg singgah di Beersyeba, lalu suku Abraham dengan El-Elohe Abraham yg menetap di sekitar Mamre. Seiring berjalannya waktu, El (Tuhan tertinggi Kanaan) mulai diidentikan dengan Ilah-ilah dari ketiga suku tersebut.

Ketiga suku ini lalu melakukan semacam poling Tuhan untuk merekrontuksi ulang sejarah mereka demi membentuk identitas kesatuan bersama. Alhasil, muncul tuhan baru dalam sesembahan mereka, tidak hanya Tuhannya Ishak dan Tuhannya Yakub, melainkan juga Tuhannya seluruh Israel, akhirnya muncul istilah "El-Elohe Yizrael", hasilnya, Abraham menjadi kakek dari para leluhur yg disusul Ishak dan Yakub.

Theos Patros (agama bapa leluhur) mungkin berhubungan dengan tradisi Levant Kuno, khususnya Mari, Nuzi, Ugarit (Ras Syamrah), Hurri dan Mitani. Dari lempengan dan manuskrip dari kawasan-kawasan tersebut kita dapat menjumpai nama-nama yg mirip dengan nama patriach Israel seperti Yishak-El, Yakub-El, Isma-El, Nahuri (Nahor), Saturaghi (Serug), dan Harran. Kemudian tradisi di jaman Abraham juga sangat mirip dengan tradisi Mesopotamia abad ke-15 SM, itu artinya besar kemungkinan kalau suku-suku yg berkumpul di Kanaan membentuk konfederasi Israel itu berasal dari Levant atau Mesopotamia, yg di kemudian hari melebur dengan orang Kanaan.

Dewa El, sebagai pantheon tertinggi dewa Kanaan, pada akhirnya juga disembah oleh imigran dari Mesopotamia, namun penyembahan ini tidak dilakukan secara langsung, melainkan para imigran itu mengidentifikasikan dewa yg sebelumnya mereka sembah (dari Mesopotamia) dengan Dewa El, sehingga kadang-kadang nama El ini disematkan kepada banyak nama dewa.

Sumber:
William F. Albright, 1968. Yahweh and the Gods of Canaan: A Historical Analysis of Two Contrasting Faiths, (London: Athlone Press).

https://www.amazon.com/Yahweh-gods-Canaan-historical-contrasting/dp/B0007DPEM4

William Dever, 1984. “Asherah, Consort of Yahweh? New
Evidence from Kuntillet ‘AjrĂ»d,” BASOR Vol 50.

@everyone

Kamis, 24 Agustus 2023

Kisah ustad terkenal Saudi yg tega memperkosa dan membunuh anak kandungnya sendiri tapi cuman dihukum ringan.

 


Di tahun 2013 lalu di Arab Saudi ada kasus menghebohkan yaitu : kasus meninggalnya seorang gadis kecil berusia 5 tahun yg bernama "Lama Al Ghamdi" yg merupakan putri dari ustad terkenal saudi "Fayhan Al Ghamdi".
Kematian Lama Al Ghamdi ini mengundang kecurigaan pihak rumah sakit yg merawat Lama selama 10 bulan, karena kondisi anak ini sangat memprihatinkan. Lama mengalami berbagai luka siksaan fisik seperti seekujur tubuhnya babak belur, lalu tengkoraknya hancur, tulang rusuknya patah, jari-jari mungilnya sobek, dan banyak terdapat luka penganiayaan.
---------------------------------------------
Akhirnya karena kecurigaan pihak rumah sakit ini Polisi turun tangan menyelidiki kasus ini dan menanyai ayahnya Ustad Fayhan Al Ghamdi. Ustad Fayhan Al Ghamdi akhirnya mengakui klo dirinya memang melakukan kekerasan kepada putri kecil semata wayangnya ini, hal ini dia lakukan dengan alasan untuk mendisiplinkan putrinya tersebut.
Bahkan dia mengakui terang2an penyiksaan ini di sebuah acara dakwah di TV nasional Arab saudi tanpa rasa bersalah yg membuat masyarakat saudi langsung meradang.
Tapi setelah penyelidikan lebih dalam yg melibatkan pihak forensik terungkap hal yg lebih mengerikan lagi, yaitu ternyata punggung Lama Al Ghamdi ini patah karena adanya upaya perkosaan berkali2 dari orang dewasa. Karena hal ini akhirnya Polisi menciduk Ustad Fayhan Al Ghamdi dan mengintograsinya, dalam intograsi tersebut akhirnya terungkap klo Ustad Fayhan Al Ghamdi memang memperkosa anak kandungnya ini berkali2.
Alasan Ustad Fayhan Al Ghamdi memperkosa putri kecilnya ini karena dia beranggapan Lama sudah tidak perawan lagi. Sayangnya kelakuan bejad sang ustad ini tidak diketahui istrinya karena sang istri udah lama berpisah dengannya.
---------------------------------------------
Gara2 hal ini publik Saudi mengamuk dan menuntut keadilan, Akhirnya Ustad Fayhan Al Ghamdi di tankap dan diadili, tapi sayangnya pengadilan cuman memutuskan hukuman 8 tahun penjara dan 600x cambuk bagi sang ustad.
Publik yg tidak puas menuntut Ustad Fayhan Al Ghamdi dihukum pancung, tapi sayangnya sesuai hukum syariat Islam yg berlaku di Arab Saudi, seorang ayah tidak boleh dieksekusi atau diberi hukuman mati atau hukuman maksimal apabila ia membunuh anaknya sendiri dan hukum ini berlaku juga apabila ia membunuh istrinya.
Hal sesuai shahih dari riwayat Umar bin Khatab yg menyatakan ayah yg membunuh anaknya sendiri tidak bisa dihukum mati (riwayat Ibnu Maajah). Dan menurut fatwa mayoritas ulama juga, ayah adalah alasan keberadaan anak, yang juga merupakan bagian dari ayahnya, maka anak tersebut tidak boleh menjadi alasan eksekusi ayahnya.
Sedangkan banding yg di ajukan memberi keputusan hukum dimana sang ayah harus membayar Uang Darah atau "Diyat". Apabila keluarga korban (dalam hal ini sang ibu) menerima dibayar diyat, maka pelaku takkan dieksekusi.
Publik saudi berharap sang Ibu tidak menerima uang Diyat ini agar Ustad Fayhan Al Ghamdi bisa dihukum mati, tapi sayangnya prediksi publik Saudi salah. Sang ibu menerima uang Diyat ini yg berjumlah $267,000 (sekitar 4 milyar rupiah) yg artinya Ustad Fayhan Al Ghamdi lolos dari hukuman mati. Bahkan sang ibu memaafkan Ustad Fayhan Al Ghamdi, sehingga membuat pengadilan akhirnya memutuskan hukumannya jadi cuman penjara 3 tahun.
---------------------------------------------
Publik yg kecewa akhirnya marah kepada sang ibu kenapa menerima uang Diyat tersebut dan memaafkan pelaku, alasan sang ibu ini juga tak kalah mirisnya karena dia miskin sehingga memerlukan uang untuk merawat anak2nya yg lain dan tidak berani menentang sang mantan suami karena takut neraka bila durhaka kepada suami yg seorang ulama.
Akhirnya publik Saudi yg kecewa berat menuntut pemerintah Saudi agar berusaha mencegah hal ini terulang lagi di masa depan, akhirnya pemerintah Saudi membuka hotline telepon penganiayaan anak sejak 2014 dan sekarang ditambah lagi pengaduan ini bisa melalui media sosial.
--------------------------------------------------
Karena ada yg komplain dikira berita ini hoax dan cuman karangan yg menjelek2an Islam jadinya ane summon sumbernya sekalian langsung dari media2 arab dan media international :


Minggu, 04 Juni 2023

Solusi MUI Kota Tasik untuk Antisipasi Tuyul Curi Uang: Perbanyak Ibadah dan Sedekah

 Solusi MUI Kota Tasik untuk Antisipasi Tuyul Curi Uang: Perbanyak Ibadah dan Sedekah


TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya meminta warga lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Hal itu terkait isu adanya tuyul mencuri uang warga di Jalan Burujul I, Kota Tasikmalaya.

"Perbanyak ibadah dan juga sedekah," kata Sekretaris MUI Kota Tasikmalaya, Aminudin Bustomi, Minggu (4/6/23).

Aminudin mengatakan, keberadaan jin yang secara kasat mata tak terlihat. Namun harus dipercaya keberadaannya sebagai makhluk Allah Swt.

"Dengan banyak bersedekah serta lebih mendekatkan diri kepada Allah, insyaaallah tidak akan lagi jadi korban pencurian yang diduga dilakukan bangsa jin," ujar Aminudin.

Solusi MUI Kota Tasik untuk Antisipasi Tuyul Curi Uang: Perbanyak Ibadah dan Sedekah

Pandangan sebagian ulama, lanjut Aminudin, kepercayaan akan keberadaan sosok tuyul yang diperalat untuk mencuri uang merupakan fenomena lama.

Bahkan, hal itu sudah dianggap kejadian biasa di kalangan masyarakat.

"Yang utama bagi kita selalu memohon pertolongan dan perlindungan hanya kepada Allah Swt," ujar Aminudin. (*)

https://jabar.tribunnews.com/amp/202...h-dan-sedekah?

Sabtu, 03 Juni 2023

Benarkah Nabi Adam Tingginya Sampai 30 Meter? Begini Penjelasannya Menurut Sains!

 Benarkah Nabi Adam Tingginya Sampai 30 Meter? Begini Penjelasannya Menurut Sains!

Sumber Gambar

Manusia adalah salah satu makhluk yang sudah cukup lama menempati planet ini. Dengan adanya manusia, banyak perubahan terjadi di bumi ini. Mulai dari majunya peradaban dan teknologi, berubahnya kenampakan alam dan juga iklim yang terus berubah seiring dengan meningkatnya global warming akibat ulah manusia itu sendiri.

Sebagai salah satu makhluk yang lebih sempurna dari makhluk lain, manusia memiliki sejarah panjang yang menyangkut soal perubahan. Kehidupan kita terus berubah-ubah dan semakin berubah setiap saatnya. Kita tentu merasakannya, entah dari segi lingkungan, sosial, kepercayaan dan masih banyak lagi yang bisa kita rasakan di sekitar kita.

Baru-baru ini, tengah viral mengenai sepeda nabi Adam yang direkam oleh WNI pada saat berjalan melewati Kota Jeddah. Saat itu mereka menemukan sebuah monument berbentuk sepeda yang cukup besar, kemudian para WNI itu menyebut bahwa itu adalah sepeda nabi Adam. Videonya lantas viral dan menjadi bahan meme di mana-mana.

Benarkah Nabi Adam Tingginya Sampai 30 Meter? Begini Penjelasannya Menurut Sains!
Sumber Gambar

Tapi, kalau kita pikir-pikir lagi dari mana orang-orang bisa menyebut kalau hal-hal yang besar adalah miliki Nabi Adam. Apa benar Nabi Adam sebesar itu?  Dalam salah satu sumber hadist, ada yang menyebut kalau Nabi Adam memiliki tinggi 60 hasta atau 30 meter. Sehingga banyak yang kalau melihat benda besar maka akan langsung dikaitkan dengan Nabi Adam.

Lantas benarkah Nabi Adam sebesar itu? Apakah masuk akal? emoticon-Bingung (S)

Ternyata hal ini sudah pernah diteliti. Salah satu ahli biologis di Hebrew University pernah menjelaskan kalau manusia mengalami penyusutan di setiap masanya. Hal ini diakibatkan oleh gizi dan nutrisi yang dimakan manusia sehingga menyebabkan badannya kian menyusut hingga berada pada ukuran manusia pada saat ini.

Bila dihitung-hitung, menurut ahli biologis kalau ukuran rata-rata manusia saat ini (160 cm) maka kemungkinan tinggi leluhur manusia zaman dulu bisa mencapai 27 meter. Atau hampir mendekati dengan apa yang diajarkan dalam hadist umat Islam yang menyebut 30 meter. Cukup tinggi dan hampir 20 kali lipat tinggi manusia yang sekarang.

Benarkah Nabi Adam Tingginya Sampai 30 Meter? Begini Penjelasannya Menurut Sains!
Sumber Gambar

Bahkan sampai saat ini manusia masih mengalami penyusutan dan makin mengecil. Akan tetapi penyusutan badan kita lebih lambat karena adanya reformasi di bidang gizi yang membuat manusia lebih memikirkan sial nutrisi yang masuk ke tubuh. Mungkin kalau pada abad 17 tidak ada reformasi di bidang gizi, maka kita bisa lebih kecil dari ukuran kita saat ini.

Ya, bila yang ingin percaya silakan jika tidak juga tak apa-apa. Sebenarnya TS sendiri tidak membahas Nabi Adam saja, tetapi umat manusia secara keseluruhan. Karena kalau manusia mengalami penyusutan maka manusia lain akan mengalami hal yang sama. Walau masih tidak terbayang bagaimana rasanya manusia di kala itu dengan tinggi 30/27 meter.

Benarkah Nabi Adam Tingginya Sampai 30 Meter? Begini Penjelasannya Menurut Sains!
Sumber Gambar

Sulit dipercaya, tapi kemungkinan ada benarnya. Bayangkan manusia zaman sekarang bertemu dengan zaman dulu, betapa kagetnya kita melihat raksasa di mana-mana. Sayangnya tidak ada literatur jelas yang menjelaskan mengenai tinggi nabi Adam ini. Bahkan sebetulnya penelitian dari ahli bilologi Universitas Hebrew pun masih belum bisa dikonfirmasi kebenarannya.

Jadi memang ada kemungkinan manusia zaman dulu memiliki tubuh yang tinggi seperti raksasa. Meski memiliki tubuh setinggi itu, bukan berarti segala yang besar itu adalah milik nabi Adam. Coba pikir lagi, untuk apa Nabi Adam punya sepeda? Apakah sejak dulu sudah ada kejuaraan Downhill?



Kalau menurut kalian, benarkah nabi Adam setinggi itu? 

Sumber: Link Referensi

Selasa, 23 Mei 2023

Pimpinan Pondok Pesantren Gelar Pengajian Seks, Kemudian rudapaksa Puluhan Santri

 Pimpinan Pondok Pesantren Gelar Pengajian Seks, Kemudian Perkosa Puluhan Santri


Pimpinan pondok pesantren inisial HSN di Kecamatan Sikur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Diduga membuka kelas pengajian seks. Sebelum mencabuli para santriwati.

Tujuannya untuk menjelaskan tata cara berhubungan intim antara suami istri kepada para santriwati. 

Hal itu diungkapkan oleh Badaruddin, Ketua Lembaga Studi Bantuan Hukum Nusa Tenggara Barat (NTB), sekaligus kuasa hukum puluhan santriwati korban pencabulan.

Menurut Badar, sapaan akrabnya, modus membuka pengajian seks diberikan jauh-jauh hari sebelum beraksi mencabuli para santriwati.

"Jadi korban lupa itu pengajian tentang apa. Yang jelas, pelaku sengaja buka pengajian seks itu kepada korban-korban yang dia bidik untuk dicabuli," tutur Badar, Selasa (23/5/2023).

Dalam pengajian seks itu, HSN memberikan pengajian khusus bagi santriwati yang tinggal di pondok. Kemudian, santriwati yang diincar jadi korban dikelompokkan ikut dalam materi pengajian tentang hubungan intim suami istri.

"Dikelompokkan di situ. Jadi, satu rombongan ngaji di satu ruangan. Karena tidak semua diberikan pengajian soal hubungan suami istri kan. Nah, korban ini mengaku pernah ikut pengajian tersebut," lanjutnya.

Dalam pengajian tersebut, para santriwati diajarkan bagaimana berhubungan intim. Lebih parahnya lagi, para santriwati itu baru berusia 15-16 tahun.

"Saya pikir materi bagaimana cara berhubungan intim dengan pasangan isinya pengajian itu belum waktunya diberikan kepada santri di bawah umur itu," kata Badar.


Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, AKP Hilmi Manusson Prayugo mengatakan, dalam melancarkan aksi bejatnya itu, yang bersangkutan memberikan pemahaman yang meyakinkan korbannya.

"Yang bersangkutan karena dianggap sebagai guru di tempat dia mendidik santri-santri itu. Jadi dia sampaikan hubungan dia dengan anak ini (korban) sudah diketahui dan direstui nabi," ungkapnya.

Dimana dengan modus rayuan tersebut, yang bersangkutan melakukan tindakan bejat tersebut. Aksi yang dilakukan oknum pimpinan ponpes itu, bukan baru-baru ini saja. Melainkan sudah sejak lama, bahkan hingga satu tahun lamanya.

"Berdasarkan keterangan korban, sudah sejak 2022 sampai terakhir sebelum puasa tahun ini," katanya.

https://bestie.suara.com/read/2023/0...puluhan-santri