Minggu, 26 April 2020

Abbad bin Bishr: Sahabat Nabi yang Istiqomah Salat Tahajjud


Abbad bin Bishr: Sahabat Nabi yang Istiqomah Salat TahajjudAbad bin Bishr salah satu sahabat Nabi dari kalangan Ansar, beliau dikenal sebagai sahabat yang Istiqomah dalam melaksanakan salat Tahajud. Beliau Syahid dalam perang Yamamah ketika menumpas para pemberontak di masa Khalifah Abu Bakar.

Biografi Abbad


Abbad bin Bisyr lahir tahun 33 sebelum hijrah (591)  di Madinah.

Berawal dari Mush’ab bin ‘Umair ra yang diutus oleh Rasulullah saw untuk menyampaikan tabligh dan tarbiyat Islam kepada penduduk Madinah.

Ketika Mush’ab menyampaikan tablighnya, beliau yang masih muda belia itu ikut hadir dan menyimak apa-apa yang disampaikan oleh Mush’ab. Dengan karunia Allah Abbad bin Bisyr pun baiat, bergabung kedalam Islam, ketika itu beliau berumur 15 tahun.


Kemudian Abbad belajar membaca Al-Qur’an kepada Mush’ab. Suaranya merdu, menyejukkan dan menawan hati. Oleh karena itu, beliau terkenal di kalangan para sahabat sebagai imam dan pembaca Al-Qur’an.


Di masa hijrah, Rasulullah saw kemudian mempersaudarakan Abbad bin Bisyr dengan Ammar bin Yasir.



Penghidmatan dalam Islam
Abbad bin Bisyr turut dalam setiap peperangan bersama Rasulullah saw. Salah satu tugas beliau adalah sebagai pembawa Al-Qur’an.
Pada setiap peperangan itu beliau berada dibarisan terdepan, berjihad dijalan Allah dengan gagah berani dan mati-matian dengan cara yang amat mengagumkan.
Ummul Mukminin Aisyah mengatakan, “Ada tiga orang sahabat Anshar yang keutamaannya tidak bisa dilampaui siapapun; Sa’ad bin Mu’adz, Usaid bin Hudhair, dan Abbad bin Bisyr.”

Ahli Ibadah
Hadhrat Aisyah ra meriwayatkan Hadits yang menjelaskan ibadah beliau dan tilawat Qur’an oleh beliau, “Suatu kali Nabi saw bertahajjud di rumah saya.” (Rasulullah saw selalu cepat bangun untuk tahajjud.) Nabi saw mendengar Abbad tengah membaca Al-Quran di dalam masjid. Beliau saw bertanya, ‘Wahai Aisyah ra, apakah ini suara Abbad?’ Saya menjawab: ‘Iya.’ Rasulullah saw berdoa, اللهُم ارْحَمْ عَبادًا ‘Semoga Allah Ta’ala menyayangi Abbad.’ 

Betapa senangnya orang-orang yang melalui waktu dalam ibadah dan membaca Alquran lalu mendapatkan doa langsung dari Nabi saw. Mereka biasa bangun di malam hari dan berdoa kepada Tuhan untuk meraih ridha dan rahmat-Nya.


Beliau adalah seorang ahli ibadah yang tekun, sekaligus juga seorang pahlawan Islam yang tangguh, seorang dermawan yang rela berkorban dan seorang mukmin sejati yang telah membaktikan hidupnya untuk agama dan keimannnya. Keutamaannya ini telah dikenal luas diantara sahabat-sahabat Rasulullah saw.

Istiqomah menjalankan Salat Tahajjud
Ketika perang memberantas gerombolan pengacau dan pemberontak berkecamuk pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, khalifah menyiapkan pasukan besar untuk menindas kekacauan yang ditimbulkan oleh Musailamah Al-Kadzab. Beliau termasuk dalam pasukan tersebut.
Pada suatu peristiwa, ketika Rasulullah pasukan Islam kembali dari Perang Dzatur Riqa’, karena hari telah malam beliau saw memutuskan untuk beristirahat di sebuah bukit.
Rasulullah bertanya, “Siapa yang bertugas jaga malam ini?” Abbad bin Bisyr dan Ammar bin Yasir berdiri, “Kami, ya Rasulullah!” kata keduanya serentak.


Keduanya sepakat, Ammar lebih dulu tidur, sementara itu Abbad di sampingnya berjaga.
Karena dirasa keadaan aman Abbad, sahabat yang ahli ibadah itu menggunakan kesempatan jaga itu untuk melaksanakan shalat tahajjud.


Ketika beliau sedang khusyu dalam salatnya tiba-tiba ada seorang musuh yang melepaskan anak panah yang tepat mengenai tubuh beliau.


Abbad mencabut anak panah yang bersarang di tubuhnya itu dan tetap meneruskan shalat. Orang itu memanah lagi dan kembali mengenai tubuh beliau. Abbad kembali mencabut anak panah lalu meneruskan salatnya. Untuk ketiga kalinya orang itu memanah lagi. Abbad pun kembali mencabut anak panah itu dan tetap meneruskan salatnya.


Dalam keadaan sujud, ia ulurkan tangan lalu mengguncang-guncangkan Ammar sampai terbangun. Setelah itu, ia bangun dari sujud dan menuntaskan shalat. “Gantikanlah aku untuk berjaga karena aku telah terluka,” kata Abbad.


Ammar terbangun dan musuh itu pun melarikan diri. Setelah itu, ia berpaling pada ‘Abbad, “Kenapa engkau tidak membangunkanku begitu kau terluka?” ‘Abbad menjawab, “Aku sedang shalat dan membaca beberapa ayat Alquran yang sangat mencekam hatiku hingga aku tak ingin memutusnya.”


Syahid pada Perang Yamamah
Abbad yakin berdasarkan ru-ya (penglihatan dalam mimpi) yang dia lihat bahwa dia akan mencapai kesyahidan. Diriwayatkan bahwa Abu Sa’id al-Khudri berkata: 

“Abbad bin Bisyir mengatakan kepada saya: ‘Hai Abu Sa’id! Saya bermimpi langit terbelah dan saya masuk kedalamnya, setelah itu langit tersebut tertutup lagi dan kembali seperti semula. Saya yakin penjelasan mimpi ini Allah Ta’ala akan menganugerahi saya kedudukan syahid!’

Mimpi tersebut tergenapi ketika pertempuran Yamamah. Ia mati syahid saat bertempur dengan sangat gagah berani. Namun batalionnya, yang semuanya orang Ansar mengalahkan orang-orang kafir. Beliau syahid namun peperangan dimenangkan umat Muslim. Hadhrat Abu Sa’id meriwayatkan bahwa wajahnya tidak bisa dikenali karena luka-luka pedang di wajahnya. Tubuhnya hanya dikenali karena ada tanda tertentu di badannya. 
Hadhrat Abbad bin Bishr radhiyAllahu ‘anhu syahid di Yamamah sekitar tahun 12 H atau 633 M ketika saat berusia 35 tahun. Ath-Thabaqaat al-Kubra karya Ibn Sa’ad terjemahan Urdu, jilid 4, h. 41, bab Nafis Academy, Karachi-Pakistan. 


Download GTA San Andreas Mobile

Viral Aksi Remaja Pulo Gadung Mengamuk Lantaran Tarawih di Masjid Dikritik


Viral Aksi Remaja Pulo Gadung Mengamuk Lantaran Tarawih di Masjid Dikritik

Viral Aksi Remaja Pulo Gadung Mengamuk Lantaran Tarawih di Masjid Dikritik

Liputan6.com, Jakarta - Aksi puluhan remaja mengamuk dan merusak pagar rumah warga di kawasan RW 03, Kelurahan Jati, Pulogadung, Jakarta Timur viral di media sosial (medsos). Mereka mengamuk lantaran diduga tak terima dikritik saat salat tarawih berjemaah di masjid.

Insiden itu dibenarkan Camat Pulo Gadung, Bambang Pangestu. Menurut dia, peristiwa terjadi pada Jumat 24 April 2020 dini hari.

Pada saat awal pelaksanaan salat tarawih hari Kamis tanggal 23 April 2020, H Aselih mengambil foto atau video tentang kegiatan pelaksanaan salat tarawih," tutur Bambang saat dikonfirmasi, Minggu (26/4/2020).

Menurut Bambang, pemilik rumah menggunakan akun Twitter anaknya dan mencoba memberitahukan kegiatan ibadah salat tarawih di masjid tersebut kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sebab, Jakarta telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka menghadapi pandemi virus corona atau covid-19.

"Akibat dari laporan H Aselih tersebut, sekelompok anak remaja yang biasa melaksanakan kegiatan membangunkan sahur di RW 03 marah terhadap keluarga dari H Aselih. Mereka melakukan di depan rumah H Aselih itu membakar petasan, merusak pot tanaman, dan mendorong-dorong pagar rumah," jelas Bambang.

Masalah Selesai

Menurut Bambang, warga didampingi petugas kepolisian sudah melakukan mediasi pada Sabtu 25 April 2020 sekitar pukul 21.00 WIB. Masalah tersebut pun telah diselesaikan secara kekeluargaan meski sebagian remaja tetap menuntut permohonan maaf dari pemilik rumah.

"Ketua RW dan lingkungan sudah menghimbau kepada anak remaja dan warga sekitar untuk tidak melakukan kegiatan anarkis kembali dan apabila terjadi lagi maka akan diserahkan kepada pihak berwewenang dan harus mempertanggungjawabkan di mata hukum," Bambang menandaskan.
sumber


Download GTA San Andreas Mobile

Dilarang Salat Tarawih di Masjid, Warga Blokade Jalan Trans Sulawesi


Dilarang Salat Tarawih di Masjid, Warga Blokade Jalan Trans Sulawesi

Suara.com - Meski pemerintah mengimbau agar warga tidak menggelar Salat Tarawih berjemaah di tengah Pandemi Covid-19, namun hal tersebut nampaknya tak mempan disampaikan bagi warga di kawasan Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo, Kota/Provinsi Gorontalo.

Pasalnya, pada Jumat (24/4/2020) malam, ratusan warga di sekitar Masjid Darul Muhaidin Kelurahan Talumolo memblokade jalan sebagai bentuk protes, lantaran tak diizinkan menggelar Salat Tarawih berjemaah di masjid tersebut.

Dari pantauan Gopos.id-jaringan Suara.com, blokade jalan tersebut mulai dilakukan sejak Pukul 20.00 WITA. Ratusan warga yang berkumpul di tengah Jalan Mayor Dullah menempatkan penghalang dan memblokade jalan akses ke Pelabuhan Gorontalo, serta Tans Sulawesi Gorontalo-Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Menurut informasi yang dirangkum Gopos.id, aksi protes warga bermula ketika warga sedang bersiap melaksanakan Salat Tarawih berjemaah. Namun keinginan tersebut batal terjadi karena adanya larangan menggelar Salat Tarawih berjemaah.

Akibat larangan tersebut, warga lantas keluar dari masjid dan melakukan aksi blokade Jalan Mayor Dullah. Warga menilai, larangan tersebut tidak adil karena mereka masih ada masjid di kelurahan lain yang tetap menjalankan Salat Tarawih berjemaah.

“Sebenarnya ini adalah keinginan besar dari masyarakat. Awalnya kami sudah memberitahukan kepada pemerintah kecamatan dan kelurahan bahwa Masjid Darul Muhaidin akan melaksanakan Salat Tarawih,” ucap Ketua Takmir Masjid Darul Muhaidin Thaib Usman seperti dilansir Gopos.id-jaringan Suara.com pada Jumat (24/4/2020) malam.

Dia mengemukakan, saat siang hari mereka setelah Salat Zuhur dan Salat Jumat, mereka tidak melaksanakan salat. Namun kenyataannya, masih ada beberapa masjid yang melaksanakan salat berjemaah. Lantaran itu, Thaib memprotesnya karena seharusnya aturan ini diberlakukan merata.

“Saya sampaikan kepada imam bahwa malam ini kita hanya melaksanakan Salat Isya. sesuai dengan pernyataan saya pada pemerintah kecamatan, bahwa malam ini kita tidak akan sholat tarawih. Setelah diumumkan oleh imam, terjadilah seperti ini reaksi jamaah,” katanya.

Lantaran aksi pemblokiran ini, arus lalu lintas menjadi macet. Bahkan, nampak terlihat kerumunan warga. Namun setelah memblokir jalan beberapa jam, aparat kepolisian dibantu TNI mendatangi lokasi dan membubarkan aksi warga warga.

https://www.suara.com/news/2020/04/2...trans-sulawesi

Download GTA San Andreas Mobile

Viral Teriak Menteri Goblok, Berikut Sosok Bupati Sehan Salim Landjar

Viral Teriak Menteri Goblok, Berikut Sosok Bupati Sehan Salim Landjar

Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim Landjar kembali menjadi buah bibir setelah video dirinya tengah marah-marah beredar di media sosial. Dalam video tersebut, Sehan Salim Landjar mengkritisi carut marut mekanisme BLT. 

"Mau dapat BLT, kapan? Masih harus buka rekening inilah inilah, kriteria ini. Negara sudah mau bangkrut menteri masih pada ngeyel. Goblok, ngeyel tuh menteri. Marah sekali kita ini," kata Sehan Salim Landjar dalam video viral tersebut.

Lalu siapa sosok Sehan Salim Landjar? Kader Partai Amanat Nasional ini merupakan bupati dua periode di Boltim, Sulawesi Utara. Periode pertama ia berdampingan dengan Medy Lensun. Sedangkan di periode kedua dengan Rusdi Gumalangit.

Sehan Landjar menikah dengan wanita asal Gorontalo, Nursiwin Dunggio. Dari pernikahan tersebut dikaruniai 4 putra dan putri. Sang Istri kini menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dari PAN.

Putra pertamanya, Fuad Landjar merupakan Ketua DPRD Boltim. Anak keduanya, Amelia Landjar juga tengah mempersiapkan diri maju dalam pencalonan sebagai Bupati Boltim. Anak ketiganya Firhan Landjar juga sempat terjun di dunia politik.

Pria kelahiran 17 Desember 1963 di Desa Togid ini memang dikenal punya gaya nyentrik selain dikenal sangat dekat dengan rakyatnya. Bahkan, tak sedikit yang memanggilnya dengan Eyang karena kemampuannya memberikan wejangan dan motivasi.

Gaya khasnya juga, ia selalu blusukan untuk menangkap kondisi nyata dari warganya. Biasanya ia menggunakan sepeda motor untuk blusukan. Bahkan tak segan ia memeluk dan menangis saat bertemu warganya di tengah rutinitasnya blusukan.

Pria yang lahir dari keluarga petani dan sempat merasakan putus sekolah ini tercatat punya kekayaan sebesar Rp958.300.080 (LHKPN 23 Juli 2015). 

sumur


Download GTA San Andreas Mobile

Rumah Warga Dirusak Massa Gegara Lapor Anies Ada Masjid Gelar Tarawih

JAKARTA - Sebuah video viral di jagad media sosial yang menunjukkan sekelompok pemuda merusak rumah salah satu warga di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur. Mereka tampak menendang-nendang pagar, tapi tak ada respons juga dari dalam rumah tersebut.

Camat Pulogadung, Bambang menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu 25 April 2020 dini hari. Pemicunya karena pemilik rumah bernama H. Aselih melaporkan sebuah masjid dekat kediamannya ke akun Twitter Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan karena masjid tersebut masih menggelar Salat Tarawih di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.


"H. Aselih merupakan warga dari RW 003/ RT 10 yang rumahnya tepat di sebelah Masjid Al Wastiyah yang diduga sebagai pelapor pada Twitter Pak Gubernur Anies Baswedan," kata Bambang kepada wartawan, Minggu (26/4/2020).

Melihat tingkah laku dari H. Aselih, kata Bambang, sekelompok pemuda yang tinggal di sana pun tak terima. Akhirnya, kejadian anarkis pun terjadi hingga viral di dunia maya.

"Sekelompok anak remaja yang biasa melaksanakan kegiatan membangunkan sahur di RW 03 marah terhadap keluarga dari H. Sselih, mereka melakukan membakar petasan, merusak pot tanaman dan mendorong-dorong pagar rumah," ujarnya.

Ia mengaku telah melakukan mediasi dengan melibatkan pihak lurah, RW dan RT setempat. Disepakati bahwa kejadian itu diselesaikan secara kekeluargaan. "Apabila terulang, maka sepenuhnya diserahkan kepada pihak berwenang dan ditegakka aturan yang berlaku," katanya.

Bambang mengaku tak mengetahui apakah Masjid Al Wastiyah, Jakarta Timur itu masih melaksanakan Salat Tarawih berjamaah atau tidak. "Malam ini saya masih menunggu laporan (masih ada Tarawih atau tidak). Sudah diimbau sejak sebelum kejadian, untuk melaksanakan ibadah di rumah," katanya.


Download GTA San Andreas Mobile

Janji Terikat Nabi Muhammad Kepada Umat Nasrani Hingga Akhir Zaman


Janji Terikat Nabi Muhammad Kepada Umat Nasrani Hingga Akhir Zaman

Suara.com - Manusia diciptakan berbeda-beda: wajah , sikap, hingga suku, ras dan agamanya. Namun, perbedaan itulah bentuk rahmat dari Sang Pencipta. Perbedaan ini semestinya tidak menjadikan satu orang dengan orang lainnya bermusuhan, terlebih dalam urusan agama.

Bahkan Rasulullah pun memiliki perjanjian dengan umat Nasrani yang notabene berbeda keyakinan dengan umat Muslim sebagai bentuk saling menghargai perbedaan yang ada. Hal ini diungkapkan oleh Quraish Shihab melalui Youtube Channel Najwa Shihab dalam acara Shihab & Shihab pada 28 Mei 2019 silam.

Quraish Shihab menjelaskan Rasulullah pernah membuat perjanjian bernama Perjanjian Najran dengan serombongan umat Nasrani. Tapi perjanjian tersebut seringkali terlupakan.

"Mungkin tidak banyak yang tahu karena tidak sering diangkat, pernah terjadi diskusi antara nabi dengan serombongan nasrani dari Najran perbatasan Saudi dan Yaman," kata Quraish Shihab.

Dikisahkan saat itu Rasulullah melakukan diskusi dengan umat Nasrani. Saat tiba waktu beribadah bagi umat Nasrani, Rasulullah mempersilakan umat Nasrani menggunakan Masjid untuk beribadah umat Nasrani.

"Sampai sekarang umat Islam boleh salat di Gereja. Hanya kondisi sosial karena orang tidak paham, sudah daripada ribut, tapi boleh (salat di Gereja) selama tempat itu bersih," ungkap Quraish Shihab.

Saat rombongan tersebut pulang, Rasulullah dan umat Nasrani itu tidak dapat menemukan titik tengah pembahasan mengenai akidah. Meski memiliki keyakinan yang berbeda, dari hasil diskusi tersebut Rasulullah membuat sebuah perjanjian antara umat Islam dengan umat Nasrani yang berlaku hingga akhir zaman.

"Kepercayaan umat Kristiani menyangkut Tuhan beda dalam sifat-sifatnya menyangkut diri tapi itu tidak menghalangi nabi menulis perjanjian. Nabi berpesan bahwa kalau seandainya dan pesan ini berlaku untuk rombongan dan semua umat Nasrani hingga akhir zaman," ujar Quraish Shihab.

Rasulullah pun menjanjikan akan membela umat Nasrani sebagaimana ia membela keluarga dekatnya. Tak hanya itu, dalam perjanjian tersebut juga tertulis bila umat Nasrani membutuhkan bantuan apapun dari umat Muslim, termasuk memperbaiki gereja sekalipun, umat Muslim harus membantunya.

Munculnya perjanjian tersebut menjelaskan kepada seluruh umat baik Muslim maupun Nasrani, bahwa meskipun setiap orang memiliki perbedaan dalam keyakinan namun sesungguhnya mereka tetap bersaudara.

Mereka terikat dalam persaudaraan yang kuat sehingga dianjurkan untuk saling membantu dan melindungi, bukan sebaliknya menjadikan mereka musuh.

Hal inilah yang seringkali dilupakan oleh orang-orang kekinian. Padahal, sejak zaman Rasulullah sudah ditetapkan sebuah perjanjian yang mengikat antara umat Islam dan Nasrani agar bisa saling membantu dan melindungi satu sama lain.

"Agama itu semua agama mengajarkan persaudaraan setiap manusia. Semua agama. Sayyidina Ali berkata, jika kau berkata kalau dia bukan saudara seagama maka dia saudaramu sekemanusiaan," tutur Quraish Shihab.

Butir-butir perjanjian Najran tersebut cukup panjang. Namun, ada dua butir perjanjian yang cukup penting dan dibacakan oleh Najwa Shihab. Berikut butir Perjanjian Najran:

- Buat penganut agama Nasrani bila mereka memerlukan sesuatu untuk perbaikan tempat ibadah mereka atau sesuatu kepentingan mereka dan agama mereka bila mereka membutuhkan bantuan dari kaum muslimin, maka hendaklah mereka dibantu dan bantuan itu bukan merupakan hutang yang dibebankan kepada mereka tetapi dukungan kepada mereka dan anugrah dari Allah dan Rasulnya buat mereka.

- Tidak boleh seorang Nasrani dipaksa untuk memeluk Agama Islam, mereka hendaknya diberi perlindungan berupa kasih sayang dan dicegah dari sehala yg buruk yang dapat menimpa mereka kapanpun dan dimanapun. Demikian janji Rasulullah Muhammad SAW sampai akhir zaman.

https://www.suara.com/news/2020/04/2...ga-akhir-zaman

Download GTA San Andreas Mobile

Jemaah Ijtimak Ulama Gowa Positif Corona Minta Maaf Tak Pedulikan Aturan Pemerintah

Jemaah Ijtimak Ulama Gowa Positif Corona Minta Maaf Tak Pedulikan Aturan Pemerintah

AKURAT.CO, Sejak kasus pertama COVID-19 di Indonesia pada awal Maret 2020, berbagai pihak diimbau untuk melakukan physical distancing guna menekan penyebaran virus. Pemerintah juga mengimbau agar tidak berkerumun lebih dari lima orang dalam satu tempat.

Namun, publik sempat dihebohkan dengan rencana gelaran acara bertajuk Ijtima Ulama Dunia 2020 selama 4 hari pada 19-22 Maret 2020 di Bontomarannu, Gowa , Sulawesi Selatan. 
Setelah menuai kontroversi dan protes, acara ini pun dibatalkan dengan proses yang alot.

Meski demikian, sedikitnya 6.000 peserta dari berbagai negara dan peserta dari Indonesia sudah berdatangan ke Gowa . Kini, diketahui sejumlah kasus baru Virus Corona di Indonesia muncul dari klaster Ijtima Ulama Gowa yang menyebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Ir. Achmad Husein, Bupati Banyumas, melalui akun media sosialnya mengunggah sebuah video tentang salah satu peserta Ijtima Ulama di Gowa yang positif terkena Virus Corona . Dalam video tersebut, peserta yang sempat dirawat di rumah sakit Banyumas ini bercerita awal mula mengikuti acara besar tersebut hingga dinyatakan positif.

Peserta tersebut mengatakan bahwa setelah pulang dari Gowa , ia tidak merasakan gejala apapun dan tetap berkegiatan seperti biasa.

“Sejak itu, setelah saya pulang, itu awalnya saya tidak merakan gejala apapun. Jadi saya tetep ibadah di masjid,” ujarnya.

"Karena pada waktu saya merasa tidak berpenyakit. Saya tetep menjalankan salat dan beribadah di masjid. Bukan maksud saya untuk menularkan penyakit, karena tujuan saya itu ibadah," tambahnya

Setelah beberapa hari, ia merasa tidak enak badan, flu, dan pilek. Kemudian, ia memeriksakan diri ke dokter. Setelah seminggu, ia dirawat di rumah sakit Banyumas untuk diisolasi.

Ia pun meminta maaf kepada seluruh pihak dan mengaku tidak memedulikan imbauan dari pemerintah.

“Jadi, di sini saya mohon maaf kepada Bapak Bupati dan masyarakat Banyumas umumnya. Karena pada saat itu saya masih kurang mengindahkan daripada peraturan pemerintah yang mana tidak boleh berkerumun, seperti salat di masjid.”

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti aturan pemerintah untuk tidak berkerumun, demi kemaslahatan berasama. []


https://m.akurat.co/id-1095132-read-...ran-pemerintah


Download GTA San Andreas Mobile